Rapat Inflasi Daerah, Pemerintah Diminta Antisipasi Kenaikan Harga Pangan

Daerah 14 Sep 2026 21:14 • 3 min read • 13 views • By Mirna

Share berita ini

Rapat Inflasi Daerah, Pemerintah Diminta Antisipasi Kenaikan Harga Pangan
PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara dare yang dipimpin Sekretaris Jende...

PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara dare yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir,14 september 2026.

Rapat tersebut diikuti Asisten II Setda Parigi Moutong, Aswini Dimple, bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, bertempat di Ruang Rapat Sekda, Lobi Kantor Bupati Parigi Moutong (14/9/2026).

Dalam rapat, pemerintah pusat menekankan pentingnya pemantauan harga pangan secara rutin serta langkah-langkah antisipasi sebelum terjadi penyiaran harga.

Pemerintah daerah diminta untuk tidak menunggu kenaikan harga terlalu tinggi, karena penanganan untuk menurunkan harga akan jauh lebih sulit.
Berdasarkan pemaparan dalam rapat, perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu kedua September menunjukkan masih banyak daerah yang mengalami kenaikan. Tercatat 314 kabupaten/kota mengalami peningkatan IPH, dengan sejumlah wilayah mengalami kenaikan cukup tinggi.
Komoditas pangan yang menjadi perhatian utama, khususnya cabai rawit, daging ayam ras, beras dan bawang merah.

Dalam pemaparan tersebut, kenaikan IPH di sejumlah wilayah Pulau Jawa antara lain dipengaruhi oleh cabai rawit, daging ayam ras dan beras. Sementara beberapa daerah di Sulawesi Utara dan Sumatera Utara juga tercatat mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
Untuk komoditas beras, terdapat 135 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan, sedangkan daging ayam ras mengalami peningkatan di 153 kabupaten/kota. Cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian serius karena kenaikannya terjadi di banyak wilayah, dengan 260 kabupaten/kota tercatat mengalami perubahan harga.

Dalam rapat juga disampaikan perhatian terhadap 10 kabupaten/kota dengan kenaikan IPH tertinggi, serta perkembangan harga cabai merah yang dilaporkan mengalami kenaikan di 233 kabupaten/kota.

Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah memperkuat pemantauan harga, mengidentifikasi akar masalah kenaikan, serta melakukan intervensi melalui kerja sama antar daerah. Salah satu langkah yang didorong adalah memperkuat perdagangan antarkabupaten/kota dari daerah yang memiliki pasokan dan harga lebih rendah menuju daerah yang mengalami kekurangan pasokan.

Selain pangan, rapat juga membahas perkembangan Minyakita. Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan kesesuaian harga jual agar tidak melebihi harga yang telah ditetapkan. Distribusi dan ketersediaan minyak goreng juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga di masyarakat.

Dalam sesi pembahasan, pemerintah daerah juga diingatkan untuk mengantisipasi pola kenaikan harga yang berulang setiap tahun, terutama pada komoditas yang sangat dipengaruhi musim seperti cabai. Langkah antisipasi yang dinilai perlu dilakukan sejak dini dengan memenuhi batas toleransi kenaikan harga dan segera melakukan intervensi apabila mulai terjadi perbaikan.

Pemerintah pusat menegaskan bahwa pengendalian inflasi memerlukan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga perangkat daerah yang menangani perdagangan, pertanian dan pangan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong diharapkan terus memperkuat pemantauan perkembangan harga di daerah serta mengambil langkah cepat apabila masyarakat terdapat komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, sehingga stabilitas harga dan daya beli tetap terjaga.

Penulis: Mirna
Sumber: Diskominfo Parigi Moutong

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Sosmed Parimo